Friday, May 8, 2015

Sabang Trip #Latepost

Sekitar Bulan Maret 2013 lalu, akhirnya saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di ujung terbarat (titik nol) Indonesia, SABANG. Sebenarnya, tujuan utama perjalanan kami ke Sabang untuk mengambil sampel invertebrata laut (sponge-soft coral) sebagai bahan penelitian kami. Alhamdulillah.., tugas kantor ini berbonus LIBURAN untuk kami... Yeeyy..!! 

Sabang adalah kota terbesar di Pulau Weh, pulau kecil yang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Dulunya, Pulau Weh terhubung dengan Pulau Sumatra, namun kemudian terpisah oleh lautan ketika terjadi letusan gunung berapi pada zaman Pleistosen. Untuk mencapai Sabang, kita bisa menyeberang dengan menggunakan kapal veri dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh. Tiketnya sekitar 85 ribu rupiah, itupun sudah mendapatkan tempat duduk di kelas VIP.

Sabang merupakan pulau yang sangat cantik dengan pemandangan alam yang indaaaah sekali. Kota kecil Sabang tertata rapi, tata ruang kotanya asri dan apik. Pemandangan lautnya indah sekali, terdapat banyak spot meneyelam yang menjadi tujuan tidak hanya penyelam lokal, tapi juga penyelam asing. Salah satu spot menyelam yang cukup terkenal adalah di dekat area tenggelamnya kapal sophie rickmers, kapal Jerman yang tenggelam pada tahun 1940. Pulau Iboih jg cantik sekali, pulau ini semacam Lombok kecil dengan wisatawan asing ‘berkeliaran’ di sana. 

Selain aset terumbu karangnya, Sabang juga memiliki banyak pantai cantik sekali untuk dikunjungi. Indaaaah sekali..



Pantai Sumur Tiga

Pantai Sumur Tiga, pasir putih, air jernih hijau kebiruan.. Sangaaaat cantik!

Pemandangan alam Sabang yang indah dari atas bukit
Pulai Iboih

Mengukur kualitas air di atas kapal, sambil menunggu tim penyelam mengambil sampel penelitian kami (kerja berbonus liburaaan.. yeeey..)


Hotel tempat kami menginap di Sabang.. Sederhana tapi cukup nyaman.

Perairan Pulau Rubiah

Pantai Lampuuk.. Bukan di Pulau Weh sih.. pantai cantik ini beberapa kilo meter dari Banda Aceh.. (dengan mobil sekitar 40 menit). Very pretty..

Selain pemandangan indahnya, kuliner Sabang-Banda Aceh juga yumm banget! Mulai dari kue-kue tradisionalnya yang manis dan legit, mie Acehnya yang yummy banget, sate gurita, baksonya yang berkuah ‘berat’, dan teh tarik yang saya suka banget2! Sayangnya, saya dan teman2 bukan penggemar kopi, jadi.. warung2 kopi yang bertebaran di sana kami anggurin, deh.. 

Menu yang disajikan warung makan di Sabang.. Sumpah, enak bangeeet!

Gado-gado khas Aceh enaaak.. Rujaknya juga enaaak banget!

Bakso Sabang, kuahnya kental, kuat sekali rasa kemirinya.. 

Sate gurita..

Mie Aceh super yumm.. Mie Aceh Rajali

Another Mie Aceh yang super yum.. Mumpung di Aceh, cobain mie Aceh berbagai rasa di tempat asalnya.. 
 Ini adalah salah satu tugas kantor yang berbonus istimewa. Kerja berbonus liburan. My job is FUN! Semua pulang ke Jakarta dengan kesan yang sama... Happy!! Till we meet again Banda Aceh, and hopefully Sabang too.. Definitely, Aceh-Sabang are very beautiful places to be visited.

Sunday, May 3, 2015

Pencarian Bahan Kebaya (Part 2)

Seperti yang pernah saya janjikan beberapa waktu yang lalu, saya akan membagi pengalaman kami mencari bahan kebaya. Di posting sebelumnya, pencarian bahan kebaya (part 1), saya sempat cerita tentang pengalaman kami berbelanja bahan kebaya akad di beberapa toko textil. Jadi, kami sempat mengunjungi belasan toko textile di dua pusat textile Jakarta, Pasar Baru dan Mayestik.

Dari hasil jalan-jalan itu, toko yang mempunyai koleksi kain cukup lengkap dan cantik menurut saya juaranya adalah Alta Moda. Ketika pertama kali berkunjung ke Alta Moda (Pasar Baru), kami sempet keder dengan harganya. fufufuu.. Karena memang pertama kali jalan survey ke berbagai toko textile tersebut untuk mencari bahan kebaya akad, jadi setiap kali masuk ke toko textile kami langsung diarahkan ke french lace yang harganya lumayan bangeet.. (untuk budget kami, ya.. ;p). Jadi, yang sempat terpikir di kepala saya adalah, Alta moda dan groupnya hanya menjual kain-kain prime collection dan tidak menyediakan koleksi kain dengan harga 'hemat'.. 

Sampai, suatu kali kami mulai hunting bahan kebaya untuk orang tua dan saudara-saudara kandung.. Karena kami pikir kain-kain Alta moda mahal banget, tidak terpikir oleh kami untuk menengok koleksinya. Setelah hunting di berbagai toko kain, akhirnya kami memutuskan untuk membeli kain semi french lace untuk Ibu-Ibu kami di salah satu toko textile di Pasar Baru (nama tokonya lupa). Bahan itu kami beli setelah ngubek2 berbagai toko textile namun belum juga menemukan bahan kebaya warna biru telor asin atau hijau mint yang kami inginkan. Jadi, begitu kami menemukan bahan dengan warna yang kami cari, langsung serius menawar harga. Akhirnya kami berhasil menawar harga yang kami anggap masuk akal, tidak lebih mahal dibandingkan yang ditawarkan toko lain, bahkan kami sempat pikir lumayan 'bargain' nih.. tokonya menurunkan harga cukup banyak dibandingkan harga yang mereka tawarkan di awal.. Saya agak lupa, kalo nggak salah kain semi french lace tersebut kami beli sekitar 400 ribu/pc. Karena kami tidak menemukan bahan furing yang cocok untuk kain tersebut, maka (atas saran mbak di toko textile juga) kami putuskan  untuk mencari furingnya di Alta Moda yang koleksinya lebih lengkap.

Kain semi french lace yang kami beli di salah satu toko textile di Pasar baru

Sewaktu kami mengunjungi Alta Moda untuk mencari furing bahan kebaya untuk Ibu kami, baru 'ngeh' kalo koleksi Alta Moda ini super lengkap, koleksi mereka bukan hanya french lace, sutra atau jenis kain-kain mahal lain.. Mereka juga punya berbagai koleksi kain dengan harga ekonomis.. Termasuk kain-kain chantilly lace favorit saya.. Chantilly lace adalah kain dengan motif yang sangat halus dan cenderung tipis yang cantik sekali.. Di abad ke 19, kain jenis ini sering digunakan sebagai bahan shawl.. Silahkan kunjungi wikipedia untuk tahu lebih banyak tentang Chantilly Lace
Ternyata, Alta moda juga mempunyai koleksi lengkap chantilly 'semi' french lace dengan berbagai warna dan motif super cantik. Saya girang dan excited sekali melihat kain-kain cantik tersebut.. Tambah seneng sewaktu saya tanya harganya.. Saya lupa berapa tepatnya harga kain tersebut per pcs/, yang pasti dibawah 300 ribu. Pilihan furing di Alta Moda pun sangat lengkap dan cantik.. Akhirnya, kami putuskan untuk membeli salah satu kain chantilly tadi sebagai bahan seragam keluarga (untuk kakak-adek kami). 
Sebenarnya, agak nyesek juga mengetahui fakta bahwa harga Alta Moda dan groupnya (Pronto Moda) yang fix tanpa perlu ditawar tersebut jauh lebih 'aman' untuk konsumen cupu seperti saya.. Apalagi, sewaktu si mbak yang melayani kami di Alta Moda menyampaikan harga kain yang sebelumnya kami beli di toko textile lain tadi, bisa dibeli dengan harga lebih murah di Alta Moda. Huhuuuu.. Sempet galau, sih.. Untungnya, 'dia' membesarkan hati saya, kain yang tadi dibeli juga cantik kok.. Halus juga kainnya.. Dan, alhamdulillah, calon mertua menyukai kain yang sudah terlanjur kami beli. Legaaa..

Mungkin, bagi orang yang sudah biasa membeli bahan (kain) dan sudah paham harga pasaran yang sebenarnya, berbelanja di toko textile yang membolehkan tawar menawar harga cukup menguntungkan. Tapi, bagi konsumen cupu seperti saya yang sangat jarang berbelanja kain, saya sarankan untuk berbelanja ke toko textile yang memberi harga 'pasti-pasti' saja.. Lebih aman.. heheheeh

Salah satu koleksi chantilly-semi french lace yang kami beli untuk seragam kakak-adek

Saya beli juga satu kain chantilly tersebut, rencananya untuk 'malam seserahan'

Berdasarkan pengalaman tersebut, ketika kemarin kami mencari bahan kain kebaya untuk seragam saudara-saudara lain, kami langsung menuju Pronto Moda Bintaro. Iya, tidak perlu jauh-jauh ke Mayestik atau Pasar Baru, bagi yang tinggal di seputaran Bintaro, Ciputat, Tangerang Selatan bisa ke Pronto Moda Bintaro saja.. Soal pilihan kain, jangan ditanya.. Buanyak banget jenis dan motifnya.. Bayangkan saja, Pronto Moda Bintaro mempunyai 3 atau 4 lantai yang sangat luas dan dipenuhi ribuan jenis kain. Satu lagi, pelayanan di group Alta Moda jauh lebih memuaskan dibandingkan toko textile lain. Meraka ramah, helpful, fokus ke konsumen, dan tahu produk yang dijualnya dengan baik. Sebagai konsumen, saya merasa aman dan nyaman berbelanja di sini.

Salah satu kain seragam keluarga yang kami beli di Pronto Moda dengan harga bersahabat.. :)

Koleksi Furing Pronto Moda Bintaro saja segini buanyak pilihannya.. Kebayang kan, lengkapnya koleksi kain mereka.. (ponakan saya yang super active happy sekali lari2an di toko ini.. ehheeh)


Wednesday, April 15, 2015

Aku dilamaaar... (halaaah...)

Alhamdulillah, akhirnya salah satu step penting dalam perjalanan kami dari teman maen menuju, Insya Allah, teman hidup telah terlewati. Acara lamarannya sederhana tapi intimate.. Walaupun ada sedikit kekurangan di beberapa hal, tapi overall kedua belah keluarga alhamdulillah merasa happy dan nyaman..

Karena saya sudah yatim piatu, maka demi alasan kepraktisan, acara lamaran kami selenggarakan di kediaman kakak saya di daerah Ciputat dan bukan di Jogja. Kebetulan, yang berperan sebagai pengganti almarhum kedua orang tua saya adalah Om dan Bulik yang berkediaman di seputaran Jakarta juga. Jadi, lebih praktis mendatangkan Ibu 'sambung' dan adek saya ke Jakarta dibandingkan kalau kami dan keluarga 'dia' yang memang tinggal di seputaran Jakarta harus ke Jogja.


Anyway, EO acara lamaran kami adalah kakak saya, Mbak Ita. Mbak Ita yang menyiapkan semua menu, yang menyewa meja kursi, yang memesan hantaran angsul2, yang mengundang sodara untuk hadir, dst.. Saya terima beres.. heheheh.. Acaranya sederhana dan kami siapkan semua sendiri.. Hidangan dimasak sendiri di dapur rumah, menunya sederhana ala menu rumahan.. Soup kimlo, trancam, ayam goreng (khas keluarga kami, ayam kampung ungkep), tempe goreng, gurame pedes, es kelapa muda, salad buah dan buah segar. Snacknya pesen jajanan pasar di Monami, macam kue Ku (mata kebo), kue lapis, klepon, dll.. Dekorasi juga simpel banget, sekedar sewa beberapa meja bulat dan kursi, sebagai tambahan untuk sedikit mempercantiknya kami siapkan vas bunga yang saya rangkai sendiri.. hemat, ekonomis.. hehehe..



My #DoItYourself Flower Arrangement mempermanis round table simpel..

Menu yang biasa ada di meja makan kami sebagai hidangan acara lamaran
Acara pun sangat ringkas dan simpel. Acara kami jadwalkan dimulai pukul 10 pg dengan maksud supaya keluarga yang ingin melaksanakan sholat dhuhur tepat waktu di masjid tidak terhalang karena acara lamaran belum selesai. Alhamdulillah, rombongan keluarga Ardi datang tepat waktu. Sekitar pukul 10.10 pg acarapun dimulai, dengan sepupu saya sebagai MC. Susunan acaranya sebagai berikut:

  1. Pembukaan acara oleh MC
  2. Sambutan selamat datang dari pihak keluarga saya, dan menanyakan maksud kedatangan keluarga 'dia'
  3. Perwakilan dari pihak keluarga 'dia' mengutarakan maksud kedatangan untuk melamar dan sekaligus memperkenalkan silsilah keluarga.
  4. Perwakilan pihak keluarga saya (Om) menyambut baik lamaran tersebut dan memperkenalkan keluarga kami. Di bagian ini, saya ditanya oleh Om apakah bersedia menerima lamaran? gubrak.. Saya jawab, "Insya Allah, om..", jawaban aman.. hehehe..
  5. Penyerahan secara simbolis peningset dari pihak keluarga 'dia' (Ibu) ke keluarga saya (bulik)
  6. Pemasangan cincin, Ibu 'dia' memasangkan cincin di jari manis tangan kiri saya, dan Ibu 'sambung' saya memasangkan cincin 'dia'
  7. Do'a
  8. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama.

Peningset dari keluarga 'dia'
















Untuk peningset, hanya beberapa item yang disiapkan. Karena bahan kebaya akad saya sudah masuk ke penjahit, jadi yang diberikan kemarin adalah bahan kebaya untuk midodareni, dan bahan kebaya untuk Ibu saya (Bulik dan Ibu 'sambung'). Hantaran tadi kami bungkus di Cikini (Ada banyak toko yang menawarkan jasa bungkus hantaran dan menjual berbagai pilihan kotak hantaran berbagai model di Cikini Gold Center). Harganya murah-murah, lho.. Kotaknya hanya @ 40 ribu dan jasa merangkainya @ 40 ribu juga. Cantik hasilnya.. Murah meriah tp manis.. 


Boxnya 40 ribu, jasa wrappingnya 40 ribu. Total cuma 80 ribu untuk membuat hantaran cantik ini.. Bargain!

Setelah acara ramah tamah yang cair dan kekeluargaan, keluarga 'dia' pun pamit. Kakak saya memesan beberapa hidangan (ayam ingkung, brownies, parsel buah dan ketan srundeng ebi) sebagai angsul-angsul. Awalnya saya nggak ngeh seperti apa wujud angsul-angsulnya. Sampai ketika malam harinya, 'dia' bilang kalau menurut keluarganya hidangan acara lamaran kami enak2.. Alhamdulillah, menu rumahan sederhananya pada suka.. Bahkan ada salah satu saudara yang kebetulan sedang menjalani kemoterapi dan kehilangan nafsu makan bilang makanannya cocok, enak. Asyiik.. Dan yang paling keren, angsul2nya.. Nggak cuma enak, tapi juga lucu.. ada inisialnya segala.. oh yaa..? Setelah lihat fotonya, ternyata memang lucuuu.. Thanks Mb Dince, sudah membuatkan hantaran angsul-angsul yang cute dan yummy.. Bagi yang tinggal di wilayah Depok dan sekitarnya, bisa order ke Mb Dince, lho.. (bagi yang tertarik silahkan tinggalkan pesan, nanti bisa saya share contactnya). Ditanggung tidak cuma enak, tapi juga cantik dan detail..

Tuuh, angsul-angsulnya luccuuu kan...? sukaaa bangeet! Ketan srundeng ebi, brownies oreo dan almond, dan ayam ingkung yang superb!
Alhamdulillah, rangkaian acara lamaran berjalan lancar.. Semua legaa.. Tinggal berdo'a saja, acara pernikahan kami nanti akan berjalan lancar.. Aamiin..

Kalaupun ada yang pengen kami perbaiki di acara kemarin adalah...: FOTO. Kami memang tidak menyewa fotografer professional... Hanya adek saya dan adek 'dia' yang mendokumentasikan acara kemarin.. Dua-duanya bukan pecinta fotografi pula.. Jadi, yaaa.. wajar kalo dokumentasi kurang cihuy.. Bahkan, kami lupa untuk foto 'serius' berdua, coba.. ahhahaha.. yowislah.. Jadi, saran untuk yang baru mau lamaran, silahkan gunakan jasa fotografer pro atau paling nggak undang teman yang hobby fotografi dan jangan hanya mengandalkan sodara.. Apalagi sodara kan harusnya jadi bagian penting dalam acara kita, jadi ya wajar aja kalo nggak bisa fokus jd fotografer dadakan.. hehehe..

Another thing.. Mmmm, rias.. Untuk acara kemarin, saya memang make up sendiri.. Karena pesan dia pun, make up yang simpel aja.. tapi, karena seperti saya sampaikan di awal td, semua detail acara kami siapkan sendiri, akhirnya sibuk2 menyiapkan ini itu dan kedubrakan dandan kilat karena kehabisan waktu.. Heheheeh,.. Jadi, ada baiknya untuk menggunakan jasa Make Up Artist untuk acara lamaran.. :)

My #DoItYourself engagement day make up.. Untung, sahabat saya menghadiahkan head piece bikinannya..  The head piece safe my DIY make up that day.. Thanks for the pretty head piece, Eka.. :)

We owe BIG to my lovely sister and her hubby.. Mbak Ita dan Mas Dede, terima kasih sudah menjadi EO untuk acara engagement day kami.. Terima kasih sudah menjadi pengganti almarhumah Ibu.. Terima kasih juga untuk Om-Bulik yang sudah menjadi pengganti almarhum Bapak-Ibu, Saudara-saudara yang menyempatkan hadir, Fajar, sepupu yang jd MC, si mbak-mbak yang sudah kerja extra seminggu terakhir untuk menyiapkan ini itu.. Terima kasih semuanyaaa... :)

Thursday, April 2, 2015

Wedding Ring aka Cincin Kawin (Kaliem)

Wedding Ring adalah salah satu item dalam persiapan pernikahan yang budgetnya lumayan.. Apalagi kalo pengen punya wedding ring dengan solitaire-diamond yang dibuat rapih oleh toko2 perhiasan premium semaca Tiffany & Co. atau Frank & Co. Budget yang harus disiapkan minimal pake banget pun tidak kurang dari delapan digit. Budget kami untuk wedding ring sebisa mungkin di bawah 8 digit rupiah.  fufufuuu.. 

Akhirnya, lagi-lagi, kami harus berdamai dengan kondisi finansial yang ada. Budget 7 digit, makin kecil makin bagus.. ahahhaha.. Bisa saving untuk nambah pos yang lain.. Biar hemat, awalnya saya kepikiran wedding ring polos (belah rotan) tanpa mata. Model yang simple tapi dibuat rapih.


Model Wedding Ring yang sempat kami ingin pesan
Setelah browsing2, saya sempet menemukan web yang menawarkan pembuatan cincin nikah sesuai dengan desain yang kita mau. Saya sempat berkomunikasi dengan entah marketing atau ownernya. Melihat foto-foto perhiasan yang mereka buat, hasilnya cukup rapih. Kalau mau melihat langsung produknya, lokasinya di Kelapa Dua Depok. Sempat sih, kepikiran untuk datang ke workshopnya, tapi belum sempat datang, kami telah memutuskan untuk memesan cincin di tempat lain.

Tempat lain itu adalah toko mas Kaliem, salah satu toko yang paling banyak direferensikan berbagai blog persiapan pernikahan. 
Suatu waktu, mampirlah kami ke Kaliem yang di Blok M Square. Awalya pengen lihat-lihat saja dulu.. Kaliem yang di Blok M Square ini, khusus menjual wedding ring saja.. Jadi, kebayang kan, begitu datang, kita dihadapkan dengan ratusan pilihan model wedding ring yang bikin bingung.. fufufuu.. Sewaktu kami datang, jam 8 malam, tokonya masih lumayan penuh dengan banyak pasangan yang mencoba2 berbagai model cincin kawin. Kamipun sempat mencoba beberapa model cincin kawin yang ada. Kurang lebih 10 menit mencoba beberapa model yang kami suka, entah bagaimana waktu itu akhirnya kami sepakat untuk, ya udahlah kita pesen yang model ini saja.. Daaaaa!! Modelnya pun bukan seperti salah satu cincin yang kami pengen di atas.. hahahaha... Yowislah.. Cincin emas putih, dengan 2 mata berlian keciiil (0,06 carat each) dan cincin silver untuk 'dia'.


Ini dia model cincin kawin yang akhirnya kami pesan.. Cukup simple dan manis.. (menurut kami, sih.. hehe..)
Pesanan cincin di Kaliem bisa diambil setelah 1 bulan. Perhitungan harganya sih seperti kalau kita belanja emas di toko emas, dihitung berapa gramnya dan ongkos pembuatan (per gram). Untuk Berlian, harganya tentu saja bergantung ukuran besarnya (karat). Tapi, tidak seperti di Toko perhiasan premium yang juga mempertimbangkan clarity dan color dari berliannya, di toko ini harga berlian hanya ditentukan berdasarkan karatnya saja, jadi kayaknya clarity, color nggak masuk kriteria di sini.. yang standard minimalislah.. hehehehe.. Yaiyalaaah... Kalo budgetnya besar, nyari wedding ring nggak di sini kali, ya.. Hehehe.. Oh ya, kalau pengen lebih ekonomis, bisa juga menggunakan mata zircon, jauh lebih murah. Kalau nggak salah 200 ribu saja. Oh ya, untuk calon suami yang tidak ingin menggunakan perhiasan emas, pemesanan cincin dari perak dengan model apapun di Kaliem dihargai 800 ribu saja, ekonomis! alhasil cincin 'dia' berlipat2 kali lebih murah dari cincin saya.. hihihii.. 

Setelah dipesan satu bulan, cincinpun bisa kami ambil.. Hasilnya sih lumayan rapih, walaupuuun tidak serapih contohnyaa.. Huhuhuuu.. sedikiiit kecewa, tapi ya sudahlah.. Paling nggak, dapat wedding ring yang lumayan manis, dan yang paling penting masuk budget, donk!

Thursday, March 19, 2015

Wedding Shoes Impian

Demi penampilan manglingi, wedding shoes menjadi salah satu item penting yang perlu disiapkan untuk pernikahan nanti.. Saya yakin, setiap perempuan mempunyai wedding shoes impiannya masing-masing. 

Kalau saya, yang pada dasarnya punya selera sepatu yang simple yet feminine, wedding shoes impian saya nggak neko-neko deh.. Saya suka peep toe atau open toe, saya merasa cantik dengan slingback shoe, kebetulan tidak suka wedges, nyaman dengan medium heels atau FLAT shoe (daaaa! mana pantaslah kebaya dipadukan dengan flat shoe?? ahahah), somehow saya juga sama sekali tidak tertarik dengan trend sepatu terbaru, super high heels! Selera saya mah, sekali lagi yang simple yet feminine and elegant wedding shoes. 

Siapa yang nggak pengen Mahnolo Blahnik, Christian Louboutin atau Jimmy Choo wedding shoes, coba??  Tapi, balik lagi.. Saya harus ingat budget..budget..budget! Jadi, mari berdamai dengan kemampuan finansial yang ada.. fufufuu..


Manolo Blahnik Super Pretty Shoes... Who doesn't want it???

Tapiii, untunglah, saya menemukan sepatu cantik lain yang harganya masih bisa diterima kondisi budget terbatas kami.. Dan..., sepatu-sepatunya tak kalah cantik dengan sepatu manolo blahnik. Badgley Mischka it is!


Badgley Mischka Shoes...! Love.. love.. love..
Di Jakarta, koleksi Badgley Mischka bisa diperoleh di Rococo Store yang ada di beberapa mall di Jakarta (GI, PI, PS, PIM) atau bisa juga dibeli di online storenya. Harganya masih masuk akal, plus sering didiskon pula! Tapiiii, ukuran sepatu yang tersedia terbatas banget.. Sewaktu saya coba kunjungi tokonya, size yang ada tinggal yang besar-besar, 8,9 dst.. Haduuh, kaki saya kan ukuran 37 (6,5). :(

Tapi, untunglah ada yang namanya ebay.. Dan saya menemukan sepatu yang saya suka dengan harga diskon banget di ebay. Dari harga sekitar $240, saya mendapatkan sepatu yang saya mau seharga $40 saja.. yuhuuuuu... Tapiii, biaya kirimnya ke Indonesia mahal.., sebesar harga sepatunya... tapiii, kalo diitung2, harga itu masih masuk akal bangetlah.. Total jendral jadi $80.. bungkus! Saya order deh sepatu itu...


Sepatu yang diorder dari Ebay, semoga matching dengan bahan kebaya akadnya.. ;)

Alhamdulillah, sepatu itu sesuai dengan selera saya banget.. Open toe, medium heels, feminin dan elegant. Dan, sepertinya sangat cocok dengan bahan kebaya akad saya, nanti.. finger crossed! Dua minggu setelah diorder, sepatu itu akhirnya datang jugaaaa... 
Here it is! My bargain yet pretty wedding shoes... :)


Alhamdulillah, sepatunya nyaman di kaki, heelnya pas (hanya sekitar 4 cm) jadi Insya Allah bakal nyaman dipakai seharian.. 

Transaksi di ebay kali ini memuaskan! Menurut penjualnya, sepatu tersebut barang display, tapi tak ada cacat, bersih gk bernoda.. As promised by the seller. Seneeeng deh.. Sempet beberapa kali lihat-lihat sepatu (selop) pesta yang blink2 di beberapa toko, harganya nggak kurang dari 1,5 jt juga.. Jadi, silahkan coba ubek2 Ebay deh... Barangkali bisa menemukan sepatu impian dengan harga bersahabat.. ;) 

Oh ya, selain di Ebay mungkin bisa coba juga di Amazon.. Tp masalahnya, amazon tidak bisa shipping sepatu ke Indonesia.. Atau bisa juga belanja langsung di online storenya.. Biasanya buanyak diskon juga.. Di online store badgleymischka misalnya, beberapa sepatunya didiskon 50%. Tp, balik lagi, susah shippingnya ke Indonesia.. hehehe.. Alternatifnya adalah menggunakan jasa shipping pihak ketiga atau titip teman yang tinggal di US (luar), deh... ;)

Happy hunting, bridezilla... :)

Tuesday, March 17, 2015

Pencarian Bahan Kebaya (part 1)

Bulan April nanti, mbak kos yang asli Jogja juga, dan sudah seperti mbakyu saya akan menikah juga...! Duluan mereka, bahkan.. di Jogja juga, tentunya... Senangnyaaaa... Bukan hanya karena akhirnya si mbak dan masnya akhirnya memutuskan menikah , tapi juga karena saya jadi punya temen baik yang mengerti banget gimana riwehnya segala persiapan pernikahan.. Tidak hanya sekedar berbagi info tentang vendor dan detail persiapan pernikahan, tapi juga share kepanikan dan drama menuju acara itu. Lebih tepatnya, saya sih yang banyak panik dan dramanya, dan si mbak jadi pendengar yang baik, pemandu sorak sekaligus penasehat.. Thanks Mbak Tuti.. :)

Sekitar dua bulan yang lalu saya menemani Mbak Tuti untuk mencari bahan kebaya akad di Pasar Baru. Kami sempat telusuri satu persatu toko2 di Pasar Baru.. Di antara sekian buanyak toko yang kami datangi, ada dua toko yang punya bahan kebaya super cantik, saya naksir berat dan kepikiran pas udah nyampe rumah... Fufufuu.. Kalo sudah kepikiran seperti itu, artinya satu.. I want either one of them! 

Akhirnya cerita ke 'dia' tentang bahan kebaya akad yang menghantui tadi.. Di week end berikutnya, kami sempatkan untuk hunting bahan kebaya akad.. Padahal waktu itu,  tanggal pernikahan kami belum jelas, lho.. ahahahah.. Sebelum akhirnya ke Pasar Baru (PB) lagi, kami sempat mampir ke Mayestik yang relatif lebih dekat.. Sempat masuk ke beberapa toko, tapi kok ya belum nemu juga bahan yang secantik bahan di PB. Yasudahlah.., lanjut deh ke PB lagi.. Nggak perlu keluar masuk toko lagi, kami langsung menuju Bombay Textile untuk melihat kain cantik yang terimpi2 itu.. 


Kain super cantik di Bombay Textile
Kain French Lace warna putih bermotif sulur-sulur bunga mawar.. Cantiiiik banget deh.. Daaan, saat itu sedang dijual diskon 50%, kalo nggak salah harganya jadi sekitar 1,75 jt (lebar 1,5 panjang 2,5 m). Saat itu, tinggal 1 lembar kain doank..

Setelah dari Bombay Textile kami menuju toko textile kedua di PB yang punya kain-kain cantiik2 banget! Alta Moda.. yups, kain di toko ini memang bagus2 banget.. harganya juga tapinyaaa.. huhuhuu.. Di kunjungan sebelumnya ke toko ini, ada bahan kebaya yang kayaknya bakal pas banget untuk membuat kebaya akad impian.. 

Kebaya akad impian saya! Kebaya akad Vera Kebaya yang cantik banget.. Secara budget terbatas, jd bikin imitasinya aja deh.. Hihii.. Maaf ya mbak Vera, kebayanya dicontek.. ;)

Nah ini dia bahan kebaya yang kayaknya pas untuk membuat kebaya seperti kebaya contekan di atas.. 
Bahan french lace cornelly warna broken white.. Cantik jugaaa.. Kain ini didiskon juga di Alta Moda, tp cuma diskon 20 atau 30 persen, jadinya masih lebih mahal dibanding french lace di Bombay sebelumnya. Asli, bingung banget mau ambil yang mana.. karena saya suka banget dua2nya.. Setelah tanya ke 'dia', akhirnya diputuskan ambil bahan yang kedua.. 

Tapiiiii, beberapa minggu kemudian, saya kok ya iseng buka foto-foto lama di instagram Merras Kebaya. Dan saya menemukan kebaya ini.... Oh tidaak, cantiknyaaa! So pretty, simple yet elegance.. Perhatikan motif kainnya deh,  kain yang sama dengan yang di Bombay Textile itu.. hiks hiks hiks.. 

Kebaya Merras, sooo pretty!
Yasudahlah, orang udah dibeli juga.. Kata 'dia', kain yang dibeli juga cantik kok.. iya siih, tapinyaaa.. Halaah! Bismillah.. Semoga Mbak Ika (Butik Hana) bisa menyulap kain yang kami beli jd kebaya cantik untuk pernikahan kami nanti.. Aamiin...

ps. Biarpun Alta Moda dan grup textile storesnya (yg nama belakangnya pake Moda2 itu) ngasih harga yang terkesan lebih mahal dibanding toko kebanyakan, tapi harga yang mereka tawarkan somehow lebih 'aman' lho.. kenapa begitu? Karena harga mereka di semua toko, untuk jenis barang yang sama ya sama, dan nggak bisa ditawar. Sementara, harga di toko lain, memang bisa ditawar2, tapii si penjual pasti nggak mau rugi.. harganya dinaikin tinggi, supaya bisa ditawar konsumen.. Nah, kalo konsumennya cupu seperti saya, nggak tahu bener harga pasaran yang sebenarnya.. bisa kejeblos trap mereka, deh.. Berasa udah seneng bisa dpt harga turun jauh dari yang ditawarkan, tapiii ternyata masih kemahalan juga.. Saya punya pengalaman nyatanya.. nanti akan saya share di note berikutnya, yaaa... 


Monday, March 16, 2015

Wedding Budgeting is Very Important!

Disclaimer: Note ini adalah catatan bagi calon pengantin (capeng) dengan budget terbatas.. (seperti saya... hehehee..)

Berdasarkan pengalaman saya yang masih cupu jadi bridezilla, wedding budgeting adalah sesuatu yang maha penting untuk disiapkan oleh calon pengantin (capeng), tapi sering terlupa untuk disiapkan dari awal berencana menikah.

Saya, yang setengah sadar kalo punya budget pernikahan terbatas, sebenernya sih hanya pengen pernikahan yang sederhana tapi elegant (teteeep...). That's simple.
Tapi, karena deep down inside masih pengeeen bisa ngikut referensi berbagai pernikahan elegant di berbagai wedding web itu, jadinya galau.. Ditambah lagi, dengan kebiasaan buruk saya yang addicted to discounted goods membuat saya beberapa kali tergelincir membeli atau bahkan secara emosional membayar vendor yang belum secara matang saya pertimbangkan. Misalnya, dari jauh hari saya bayar pembuatan kebaya akad di salah satu butik di wilayah Tebet yang waktu itu memberikan promo diskon 20% pembuatan kebaya. Well, butiknya sih lumayan dikenal sih, kebaya-kebayanya sering dipakai sindennya OVJ. Tapi, baru ngeh, kebaya2 buatannya blink2 banget.. dan itu bukan saya.. Huhuhuu.. Udah kadung bayar, nggak mungkin cancel, donk.. Contoh lain, ada salah satu vendor fotografi (salah satu yang paling keren, menurut saya...) di Jogja yang juga sudah saya booked.. Awalnya, saya pikir.. ah, kayaknya sih masuk budgetlah.. dst..

Untungnya,  'dia' berkali2 mencereweti saya tentang plafon budget yang kami punya (gabungan tabungan kami berdua, banyakan dari dia tentunya... ;p, semoga nggak pake ngerepotin orang tua kami), dan wanti-wanti dengan keras bahwa nggak ada yang namanya ngutang atau minta2 ke keluarga! Duh, titah calon suami harus diperhatikan baik-baik, kan ya..  ;) 'Dia' memang jauh lebih jago dalam mengatur keuangan dibandingkan saya.. Berulang kali dia meminta saya membuat semacam Rincian Anggaran Belanja aka Wedding Budgeting. Setelah sempet menunda2 titah calon suami, akhirnya saya buatlah wedding budgeting simple dengan excel.. (Atau silahkan coba juga beberapa aplikasi wedding budgeting yang ada, ya..) dan terhenyaklah saya.. Oucchh! Ternyata, seribu-dua ribu perak di pilihan menu catering, souvenir, undangan, dst akan sangat berarti.. bayangkan saja, lima ribu kali lima ratus saja sudah 2,5 juta.. Plus, kalau sebelumnya semua masih di angan2, kayaknya cukup sih.. Ternyata setelah dibreakdown jadi guede... fufufuu.. Misalnya: jumlah anggota keluarga yang harus dibelikan kain seragam, jumlah orang yang harus dirias, dst.. Dorr!! jumlahnya bikin megap2.. Kalau mengikuti apa yang awalnya saya bayangkan, vendor impian dengan produk-produknya yang manis-elegant, ternyata budget kami tidak mencukupi untuk mengambil semua vendor impian itu.. padahal sih, bukan vendor-vendor premium yang sudah pasti nggak sanggup kebayar lho.. vendor yang awalnya saya pikir masuk budgetlah.. hiks..hiks.. So, please DO count every single expenses, ya..

Tapi, alhamdulillah, setelah moment terhenyak, panik, agak sedih, akhirnya datang juga moment menerima.. Gimana caranya dengan budget yang ada masih tetep bisa punya acara pernikahan yang simple, bersahaja tapi tetep elegant.. Dan, Alhamdulillah, masih diselamatkan dari tragedi kekacauan finansial yang hampir terjadi. Duh, males banget kan kalau harus memulai kehidupan rumah tangga dengan kondisi finansial minus.. 

Jadi..., saudara2... cukup saya saja yang hampir tergelincir.. Yang paling bener nih, cara berpikir kita dalam menyiapkan pernikahan adalah tentukan dulu  punya budget berapa, bikin wedding budgeting, dan barulah bergerak dengan budgeting yang ada.. Kemudian, tinggal gimana kita pinter2 mengelola budget yang kita punya...

Satu lagi.. Jangan maksain sesuatu yang kita nggak mampu.. Kalau dipikir2, buat apa sih kita punya pesta pernikahan keren tapi kehidupan setelah menikahnya nggak keren.. Masih pusing gimana bayar utang nikah, misalnya.. nggak keren kali, kan..? Heheheh.. Itu menurut saya, lho.. Eh salah, menurut 'dia' dink.. Tapi, akhirnya saya setuju sekali dengan pendapat 'dia'.. :)

Wednesday, February 11, 2015

I am (almost) becoming a Bridezilla.. (pencarian wedding venue)

I am (almost) becoming a bridezilla.. Kenapa 'almost'? Karena sebenarnya, lamaran kami masih dijadwalkan bulan depan.. Tp, panik2 menyiapkan the big day has been starting since last month.. 

Dari jauh hari, saya sudah bilang ke 'dia', bahwa penting banget untuk segera mendapatkan tanggal the big day kami nanti.. Bulan sih sudah sepakat, tp tanggal masih belum dpt. Barulah minggu lalu, calon mertua 'nanting' kami, mau tanggal berapa?? yeeeyy..! dengan beberapa alasan, beliau menyarankan dua pilihan tanggal. Ok, setelah ngobrol dengan keluarga saya, tanggal 8 Agustus sounds perfect, bahkan kalo iseng dijumlahin akan jadi 8-8-8 (2+0+1+5).. halaaah.. Nggak percaya begituan sih.. tapi, lucu aja.. ;p

Akhirnya, setelah mendapat kesepakatan 'informal' kedua keluarga mengenai tanggal, mulailah saya serius hunting vendor2 yang sesuai dengan konsep pernikahan yang kami mau, dan tentu saja yang masuk PLAFON BUDGET kami! Ini penting banget, karena kesepakatan saya dan 'dia' adalah budget segini, jumlah yang kami punya, tanpa ngerepotin ortu dan sodara, dan sebisa mungin tanpa utang!!!

Tema pernikahan kami nanti, Insya Allah, "Simple yet Elegance Wedding". Karena saya lahir dan besar di Jogja, dan 'dia' pun keturunan Jawa, maka kami (lebih tepatnya saya sih.. ;p) pengen pernikahan dengan sentuhan Jawa. Pernikahan kami nanti akan men’skip’ rangkaian upacara-upacara dalam pernikahan Jawa. Jadi, supaya dapat nuansa Jawanya, kami pengen nikah di pendopo joglo.

Berhubung saya dan 'dia' tinggal di Jakarta, modal utama untuk persiapan dan penentuan vendor dalam pernikahan nanti adalah browsing. Berdasarkan pengalaman, susah banget nyari referensi blogger yang mau share persiapan pernikahannya di Jogja.. Ada siih.. tp, nggak lengkap dan detail. Makanya, pengen coba share pengalaman kami di sini, barangkali ada yang butuh, nanti..

Anyway, dari hasil browsing, kami (lebih tepatnya saya, kemudian lapor ke 'dia' fufufuu..) punya beberapa venue dalam list:

1. Ndalem Ngabean, cantik banget, namun sayang lokasi terlalu jauh dari rumah, dan parkirnya terbatas (info dari calon WO).

Ndalem Ngabean yang cantik bangeeet.. (foto nyomot dari internet tanpa credit..)
Ndalem Ngabean ini dulunya merupakan rumah (ndalem) Gusti Ngabehi, adik Sultan Hamengkubuwono VII, yang saat ini difungsikan sebagai penginapan. Ndalem Ngabean beralamat di Jl. Ngadisuryan no 6, deket alun-alun kidul Jogja, no telpnya. 0274-419199. Sewa pendopo Ndalem Ngabean sebesar 8 juta (pagi), 8,5 juta (malam hari), dengan fasilitas: 1. Pendopo & Pringgitan, 2. Ruang  Rias ( Ac ), 3. 2 Set Meja marmer, 4. 50 Kursi hotel non cover seat, 5. 150 Kursi lipat, 6. 2 Meja buku tamu, 7. Rumah kudus untuk ijab ( Lesehan ).

2. Wisma Kagama, lokasi strategis, dan sudah menjadi venue pernikahan tante2 sejak saya masih kecil dulu, jadi ada nilai kenangannya gitu.. Halaah.. Sewa Wisma Kagama sendiri 4 juta (3 juta untuk anggota Kagama), tapi hanya pendoponya saja. Kalau ditambah dengan ruang rias, AC, listrik, meja-kursi, dll jadi sekitar 10 juta.

Wisma Kagama, tiga tante pernah menikah di sini, dan saya anggota Kagama. Of course its one of the options! (foto nyomot dari internet tanpa credit..)

3. Joglo Mlati, lokasi relatif dekat rumah, joglonya lumayan cakep, tapiii paket pernikahannya dikunci mati! Artinya, tidak bisa dikeluarkan dari paket! Bisa sih, nambah vendor dari luar paket, yang artinya pengeluaran jadi double. costly! fufufu..

Untuk Joglo Mlati, paket pernikahan yang mereka tawarkan mulai dari 19 juta hingga 47 juta (all area, termasuk joglo utama, ruang Rejoso, Ruang Nogosari, Ruang Sri Gading; termasuk pelaminan standard, kotak souvenir, penjor, MC, foto dan video, mobil pengantin dan buffet 100 pax @ 30.000-48.000 per pax. Yang membedakan harga dari tiap paket adalah kualitas dekorasi (termasuk tenda) dan menu buffet. Untuk paket 25 juta ke atas, buffet untuk 150 pax. Jadi tinggal nambah buffet dan gubug untuk jumlah tamu kita aja.

Joglo Mlati, yang akhirnya 'terpilih' (foto nyomot dari internet tanpa credit..)

Kalo kita mau sewa pendoponya saja (all area Joglo Mlati) chargenya 13 juta, jadi tak ekonomislaah.. Belum sewa kursi, sound system, dll. Belum lagi kalau menggunakan catering dari luar dikenakan charge 30%. ya mending ambil paketlaah.. Strategi ngatur acaranya gimana, nanti akan kami bicarakan lebih detail pas bisa mampir ke Joglo Mlati. Misal, apa saja yang mesti ditambah dari paket yang sudah ada. Haduuh, kalo catering sih ok, karena ini kan jualan utamanya Joglo Mlati yang memang restoran bernuansa Jawa. Tapi dekorasi dan foto?? Huhuhuuu.. Yang pasti, sepertinya mesti nambah fotografer di luar paket, nih..

Info lebih detail silahkan kunjungi webpage Joglo Mlati

4. Joglo Plawang, joglonya cakep, dan karena ini semi resort, the whole place cakep banget deh! Ada kamar2 cakep yang cocok buat honey moon stlh acara kelar. Ahahah.. Tapiii, perpaxnya minimal 100 ribu ajah gitu.. Dengan menu yang standard banget, setara dengan menu buffet 37 ribu di Joglo Mlati. Dududuuu.. 

Belum lihat langsung tempatnya sih, tapi tempting bangeeet.. The whole area is sooo pretty! (foto nyomot dari internet tanpa credit..)
Paket dasar pernikahan yang ditawarkan mulai dari 15 juta (100 pax) hingga 50 juta (100 pax). Untuk paket dasar termurah, terdiri dari: Indonesia Buffet, 1 night stay in junior villa for bride and groom, Decorations, Guest Book, Sound system, Tax and service 21%. Tambahan perpaxnya 100 ribu. Kalo jumlah undangannya banyak, budget catering bakal membengkak. Walaupun kemudian, kalo nambah paxnya banyak pihak marketing Joglo Plawang juga menawarkan berbagai bonus paket, termasuk cokekan, dan dokumentasi. Sayangnya, setelah mendapat penawaran harga, si mbak marketingnya kemudian cuti, jadi nego soal paket dll tertunda, dan keburu saya panik takut nggak dpt venue. Anyway blm 'jodoh' kali ya, sama Joglo Plawang.

Info lebih lanjut, silahkan cek di sini ya..

5. Pecel Solo, info dari temen joglonya cakep tapi ‘singup’, saya sendiri belum mendapat info penawaran harganya.

Pecel Solo. Di malam hari, joglo jd terlihat makin cantik, lho! Silahkan pertimbangkan +/- menggelar acara di siang dan malam hari, ya... Demi kepraktisan kami memilih siang hari.
6. Satu lagi yang harus dicheck untuk yang pengen pernikahan berkonsep private party di joglo cantik, do check Rumah Sleman ! Hotel ini deket banget dari rumah, tapi sayangnya nggak masuk budget dan terlalu kecil. Untuk pesta dengan 200 orang, dan berkelas, this is the perfect venue! Alamatnya di Jl.Purboyo No.111, Warak Kidul, Mlati, Sleman,Yogyakarta, 55288, Indonesia, phone: +62 274 866611. 

Ternyata, pas kemaren telp Wisma Kagama ternyata sudah dibooked yang lain untuk tanggal 8 Agustusnya, begitu pula untuk tanggal yang satu lagi! fufufu.. Sementara di Joglo Mlati, tanggal 8 Agustus juga sudah diambil capeng lain, tinggal salah satu tanggal alternatif. Akhirnya, bungkus deh! Kami DPin Joglo Mlati. Memang terpaksa mesti nambah fotografer dari luar demi dokumentasi yang ok untuk hari penting nanti. Untuk dekorasi, menurut pihak joglo mlati sih masih bisa didiskusiin, jadi nanti paling harus cerewet dengan konsep dekorasi yang kami pengen. Karena venue sudah kami putuskan di Joglo Mlati, maka catering otomatis dari Joglo Mlati juga. Pilihan menunya sih cocok, semoga rasanya juga bakal cocok. Pilihan menu yang mereka tawarkan, menu-menu tradisional Jawa. Pas  banget dengan menu yang saya mau di acara kami nanti.

Untuk pilihan rumah rias di Jogja, akan saya post di postingan berikutnya, ya...


Friday, January 2, 2015

Bezoek Utrecht #latepost

Alhamdulillah.. In October 2013, I got a wonderful opportunity to attend a short course of food and airborne fungi at the CBS-KNAW which located in Utrecht, Holland.This way too-short course was soooo great. Not only because I got a precious skill and knowledge of how to identify food and airbourne fungi from the short course, but also because I got the opportunity to met many wonderful people here.
Utrecht campus pedestrian.
The Short Course Participants
This beautiful creature is fungi.., one of fungi that we usually find on expired food! ;p
The course coordinator, Prof. Rob Samson. a quarter of his blood is Indonesian. In fact, he was born in Bandung!

Well it's not just a short course, of course!! It's also a wonderful vacation, for me! A sweet bonus, I can say..  Utrecht is a beautiful city that small enough to explore on foot yet large enough to enjoy interesting museums, modern architecture, trendy shops and friendly outdoor cafe’s. Well, Utrecht has it all! 

Some pictures of Utrecht suburb:
Before the storm.. 

Utrecht suburb

Tipical Dutch' house, pretty..!
Such a homey place to live!
Indonesian Food Stall! The lady has been living in Holland for more than 15 years.

Say Cheese! at local market.


And here are some pictures of the city:

Utrecht and it's stunning 17th century famous canal!
The City


The Iconic Landmark: The Dom Toren. And, I successfully climbed  to the top of the Dom Toren. 
Utrecth City Panorama from the top of the Dom Toren.
"Climbing the Dom Tower is a wonderful opportunity to explore the city of Utrecht in an entirely different way! Via 465 steps (there is no lift), a guide will take you to the top of the highest church tower in the Netherlands. Halfway there, you will get a view of the historic bells with a total weight of no less than 32,000 kg. One floor higher is the magnificent 17th-century Hemony carillon. The tower galleries at 70 and 95 metres provide a spectacular view of the city and province of Utrecht." Taken from http://www.domtoren.nl/en

My body was shaking, my feet were numb, but I felt so proud of this achievement. I climbed the 368 feet Dom Tower!!  

Utrecht is offering many beautiful museums to visit. One of the interesting one that I visited is the Speelklok Museum. When visiting the Speelklok Museum, the museum tour guide will show us all the amazing features of its musical collection every hour. The collection contains carillon clocks, musical boxes, Flötenuhren, pianolas, the singing nightingale, orchestrions including the famous Violina, and street, fairground and dance organs. We even can find musical instrument from 1598. We also can sing along and dance with the tour guide and other visitors when the varies of musical repertoire were played. Recommended Cool Museum to visit!

One of the Museum Speelklok's collection. 

Catched the pic of Museum Maluku from the bus
What is the main mode of transportation in Holland? Yes, BICYCLE it is! Holland is the land of bicycle, it shares around 27% of total trips in Holland. Wooww!

Bicycles parking at the Wageningen Station

Ohh, I am so in love to Utrecht . Hopefully i can come back someday :) So long Utrecht..

Review Daycare TBB Sylva KLHK

Sejak usia 3 bulan dan Bunda harus mulai aktif ngantor, putri kecil kami diasuh oleh yangti-yangkungnya di rumah, dengan sedikit bantuan dar...